Kamis, 25 Januari 2018

Kebijakan Kesehatan

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Sistem kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari pembangunan kesehatan. Intinya sistem kesehatan merupakan seluruh aktifitas yang mempunyai tujuan utama untuk mempromosikan, mengembalikan dan memelihara kesehatan. Sistem kesehatan memberi manfaat kepada mayarakat dengan distribusi yang adil. Sistem kesehatan tidak hanya menilai dan berfokus pada tingkat manfaat yang diberikan, tetapi juga bagaimana manfaat itu didistribusikan.

Jumat, 12 Januari 2018

ANTARA SAMPAH, POLA FIKIR, DAN EFEK

Sampah merupakan permasalah yang dihadapi hampir semua negara didunia tidak terkecuali negara Indonesia, menjadi dilema diseluruh kota di Indonesia, hal ini dikarenakan telah banyaknya program dan kegiatan, sepertinya masih belum cukup untuk mengatasi permasalahan sampah.
Hasil penelitian Jambeck, Jena R.,et.al, 2015 yang berjudul “Plastic waste inputs from land into the ocean” yang menyatakan potensi sampah plastik yang ada di lautan Indonesia mencapai 187,2 Juta ton/tahun. Hasil penelitian ini pun menyatakan bahwa Indonesia menjadi Negara kedua terbesar di dunia yang menyumbang sampah ke laut setelah cina.
Permasalahan sampah merupakan permasalahan kita bersama baik provinsi maupun kabupaten. Kabupaten Indragiri Hilir merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Riau, Kabupaten ini merupakan daerah yang memiliki keragama penduduk, keunikan geografis alam, serta infrastruktur dan permasalahan daerah yang terus menjadi perhatian Pemerintah Daerah.

Minggu, 25 Oktober 2015

Posko Peduli Kabut Asap Tembilahan

Menghadapi darurat kabut asap yang terjadi di Riau, khususnya Kabupaten Indragiri Hilir, RSUD Puri Husada Tembilahan membentuk Tim Tanggap Darurat dengan mendirikan POSKO KESEHATAN TANGGAP DARURAT AKIBAT KABUT ASAP. Masyarakat dengan keluhan yang diakibatkan oleh kabut asap seperti ISPA, ASMA, PNEUMONIA dapat dilayani secara gratis atas keputusan Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan.

Sabtu, 24 Agustus 2013

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DELIRIUM


I. KONSEP DASAR

A. Pendahuluan
Psikosa secara sederhana dapat didefinisikan sebai suatu gangguan jiwa dengan kehilangan rasa kenyataan (sense of reality). Keadaa ini dapat digambarkan bahwa psikosa ialah gangguan jiwa yang serius, yang timbuk karena penyebab organik ataupun emosional (fungsional) dan yang menunjukkan ganggua kemampuan berpikir, bereakasi secara emosional, mengingat, berkomunikasi, menafsirkan kenyataan dan bertindak sesuai dengan kenyataan itu, sedemikian rupa sehingga kemampuan untuk memenuhi tuntutan hidup sehari-hari sangat terganggu. Psikosa ditandai oleh perilaku yang regresif, hiudp  perasaan tidak sesuai , berkurangnya pengawasan terhadap impuls-impuls serta waham dan halusinasi.

Rabu, 06 Maret 2013


pertemuan seluruh Satker Kesehatan Penerima Dana Alokasi Khusus ( DAK ) in Panghegar Bandung, penyusunan RKA DAK

Selasa, 27 November 2012

Asuhan Keperawatan Appendic



1. Pengertian
Apendisitis akut adalah penyebab pqaling umum inflamasi akut pada kuadran bawah kanan rongga abdomen, penyebab paling umum untuk bedah abdomen darurat (Smeltzer, 2001).
Apendisitis adalah kondisi di mana infeksi terjadi di umbai cacing. Dalam kasus ringan dapat sembuh tanpa perawatan, tetapi banyak kasus memerlukan laparotomi dengan penyingkiran umbai cacing yang terinfeksi. Bila tidak terawat, angka kematian cukup tinggi, dikarenakan oleh peritonitis dan shock ketika umbai cacing yang terinfeksi hancur. (Anonim, Apendisitis, 2007)
Apendisitis adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing (apendiks). Infeksi ini bisa mengakibatkan pernanahan. Bila infeksi bertambah parah, usus buntu itu bisa pecah. Usus buntu merupakan saluran usus yang ujungnya buntu dan menonjol dari bagian awal usus besar atau sekum (cecum). Usus buntu besarnya sekitar kelingking tangan dan terletak di perut kanan bawah. Strukturnya seperti bagian usus lainnya. Namun, lendirnya banyak mengandung kelenjar yang senantiasa mengeluarkan lendir. (Anonim, Apendisitis, 2007)
Apendisitis merupakan peradangan pada usus buntu/apendiks (Anonim, Apendisitis, 2007).

Jumat, 23 November 2012

Asuhan Keperawatan CHF


BAB  I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

Saat ini Congestive Hearth Faikure (CHF) atau yang biasa disebut dengan gagal jantung kongestif merupakan satu-satunya penyakit kardiovaskuler yang meningkat insiden dan prevalensinya. Resiko kemarian akibat gagal jantung berkisar antara 5-10% pertahun pada gagal jantung ringan yang akan meningkat menjadi 30-40% pada gagal jantung berat. Selain itu, gagal jantung merupakan penyakit yang paling sering memerukan perawatan ulang di rumah sakit meskipun pengobatan rawat jalan telah diberikan secara optimal ( R. Miftah Suryadipraja).